SURABAYA (Aktualita) -Tim PKM UNESA menciptakan inovasi teknologi mesin poles sepatu 2-in-1 yang dilengkapi dengan sistem pengumpul debu ramah lingkungan dalam mendukung perkembangan UMKM pengrajin sepatu bermitra dengan "UD. MM Collection" milik Mujiyanto yang berlokasi di Desa Kategan, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo.
Sebelumnya, proses pemolesan sepatu menggunakan mesin selep gerinda konvensional yang tidak hanya berisiko tinggi bagi keselamatan kerja, tetapi juga menghasilkan debu yang berpotensi mengganggu pernapasan bagi pekerja dan mencemari lingkungan. Hal ini tentu mengurangi efisiensi produktivitas.
Baca juga: Elyon Day 2026 Jadi Wadah Siswa Temukan Potensi dan Rancang Masa Depan Sejak Dini
Melihat kebutuhan tersebut, Tim PKM UNESA yang dipimpin oleh Dr. Luthfiyah Hidayati, S.Pd., M.Pd., bersama anggota Saiful Anwar, S.Pd., M.T., dan Ghea Sekar Palupi, S.Kom., M.I.M., serta dibantu oleh mahasiswa Muhammad Dzulfikar Alaik Salam dan Bagas Arliansyah, merancang mesin inovatif ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam memoles sepatu secara lebih cepat, rapi, dan ramah lingkungan.
Selain fokus pada pengembangan mesin, Tim PKM UNESA juga memberikan pelatihan pemasaran digital melalui platform digital guna memperluas jangkauan pasar. Mereka juga mendampingi dalam manajemen keuangan agar mitra UD. MM Collection bisa berkembang lebih maju, mandiri, dan profesional.
Baca juga: Pembukaan MPLS Kampus Santa Maria Surabaya
Keunggulan Mesin Poles Sepatu 2-in-1
Mesin poles sepatu 2-in-1 ini memiliki keunggulan utama dalam kemampuannya memoles sisi keliling sepatu dengan halus dalam waktu 45 detik, dua kali lebih cepat dibandingkan mesin poles sebelumnya. Mesin ini juga dilengkapi dengan sistem pengumpul debu yang optimal, sehingga debu yang dihasilkan selama proses pemolesan terserap dengan baik dan tidak mencemari lingkungan. Dengan desain yang kompak dan ergonomis, mesin ini mudah dioperasikan guna meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi beban kerja bagi pekerja, dan menghasilkan kualitas pemolesan sepatu yang lebih baik.
Tim PKM UNESA berharap inovasi mesin poles sepatu ini dapat membantu dalam memproduksi sepatu dengan kualitas yang unggul serta kepedulian terhadap lingkungan. Tentunya produk ini berpotensi meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Baca juga: Drama Musikal Ajang Siswa SD Santa Maria Surabaya
“Ini merupakan salah satu terobosan kami untuk mendukung perkembangan UMKM lokal sepatu yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Kami berharap inovasi ini dapat mendorong pengusaha sepatu untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produknya,” ujar Dr. Luthfiyah Hidayati, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim PKM UNESA.
Inovasi teknologi dan perbaikan manajemen usaha yang telah diberikan diharapkan mampu membawa dampak positif dan memberikan manfaat signifikan bagi mitra UD. MM Collection.
Melalui dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kegiatan PKM tahun 2025 ini dapat dilaksanakan sesuai rencana. Untuk itu, kami menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi yang sangat berarti ini. Min
Editor : Redaksi