PONTIANAK (Aktualita)- "Polda Kalbar harus mendorong kepemimpinan inovatif untuk mendukung ketahanan pangan melalui program P2B, Satgas Pangan, dan Budidaya Uwi Ungu. Namun hasil analisis internal menunjukkan pengelolaan Sumber Daya Organisasi, sistem kerja, dan kerja sama lintas sektor masih perlu dioptimalkan agar program berjalan berkelanjutan," terang AKP Muliati saat mengawali pemaparannya menjadi pembicara Focus Group Discussion di Pontianak.
AKP Muliati yang merupakan peserta didik (Sedik) Sespimen Polri Dikreg ke 64 ini melanjutkan, berdasarkan dokumen evaluasi, Polresta Pontianak memiliki nilai kuat pada aspek Value melalui keberadaan Satgas Pangan dan keterlibatan Bhabinkamtibmas. Hanya saja aspek Rare dan Inimitable belum muncul karena sumber daya masih umum dan belum menjadi keunggulan khusus.
Ada beberapa kendala utama yang teridentifikasi dan harus dilakukan penguatan. Diantaranya, SDM masih kurang 368 personel dari kebutuhan ideal, kompetensi anggota meningkat tapi belum spesifik di bidang ketahanan pangan, serta serapan anggaran tinggi di angka 99,38% pada 2023 dan 99,23% pada 2024, namun masih dominan untuk kegiatan rutin, belum fokus ke inovasi.
"Saya perhatikan sebagian kendaraan operasional butuh perawatan agar mobilitas sidak pasar dan pembinaan masyarakat tidak terhambat," terang AKP Muliati.
Lebih lanjut AKP Muliati mengatakan, bahwa sistem pengawasan saat ini berjalan lewat sidak pasar saat hari besar keagamaan dan peningkatan intensitas pemantauan bapokting, meski Inovasi seperti Budidaya Uwi Ungu dan penyuluhan digital Bhabinkamtibmas sudah berjalan.
Kendalanya, program masih parsial dan belum sepenuhnya terintegrasi berbasis data serta kolaborasi lintas sektor berkelanjutan.
"Untuk menjawab itu, perlu disiapkan strategi jangka pendek, sedang, dan panjang. Mulai dari antisipasi spekulan pangan, pengawasan impor ilegal, pengendalian alih fungsi lahan, hingga kerja sama pendanaan dengan perbankan," kata AKP Muliati.
Dalam FGD ini, AKP Muliati juga menyampaikan rekomendasi untuk diajukan ke Kapolda Kalbar. Yakni memperkuat reward personel penggiat P2B dan lomba Bhabinkamtibmas kreatif, mengoptimalkan peran ganda Bhabinkamtibmas berbasis Early Warning System, serta memformalkan kerja sama lintas sektor lewat Perjanjian Kerja Sama dan forum rutin seperti Jumat Curhat.
"Saya berharap Polresta Pontianak menegaskan komitmennya menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas. Dengan integrasi program yang terarah dan terukur, diharapkan ketahanan pangan daerah bisa lebih tangguh menghadapi dinamika pasar dan distribusi," tutup AKP Muliati. (ano)
Editor : Redaksi