Perahu Penyeberangan Terbalik di Bengawan Solo

avatar aktualita.id
Petugas gabungan melakukan pencarian penumpang perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang masih hilang. 
Petugas gabungan melakukan pencarian penumpang perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang masih hilang. 

TUBAN (Aktulita) - Perahu penyeberangan tradisional Sungai Bengawan Solo yang mengangkut belasan penumpang terbalik. Peristiwa itu terjadi tepatnya di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Rabu (3/11/2021).

Dari 15 orang jumlah keseluruhan penumpang, 8 penumpang dikabarkan terbawa arus Sungai Bengawan Solo dan hingga kini belum ditemukan, dan masih dilakukan pencarian oleh petugas gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Tuban dan Bojonegoro di sekitar lokasi korban tenggelam. 

Baca Juga: Menyusul Gresik dan Lamongan, Sebanyak 245 Kepala Desa Tuban Log In Relawan Jawi Wetan

Kapolres Tuban AKBP Darman saat di lokasi kejadian menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 9.30 WIB. Perahu yang mengangkut belasan penumpang tersebut diduga terbalik akibat tak kuat melawan derasnya arus Sungai Bengawan Solo. 

"Pengemudi perahu tidak mempertimbangkan arus sungai yang deras sehingga pada saat akan menyebrang dari Rengel ke Kabupaten Bojonegoro perahu tersebut terbalik di tengah sungai," kata Darman.

Dari data yang diperoleh Surabaya Pagi dari posko terpadu di desa Ngadirejo, desa yang merupakan dermaga penyeberangan perahu tradisional. Korban selamat yang mulanya berjumlah 7 penumpang, kini bertambah menjadi 10 penumpang.

Kapolsek Rengel, Dean Tommy Rimbawan mengatakan, 10 korban yang selamat tersebut semuanya telah dilarikan ke Puskesmas Rengel untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan para korban yang belum diketemukan, masih dilakukan pencarian oleh petugas gabungan dengan cara menyisir lokasi kejadian dengan memakai perahu karet milik Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

"10 korban selamat telah mendapatkan perawatan, dan korban yang belum ditemukan, masih dilakukan pencarian oleh personil gabungan" terang tommy. Rabu, (3/11/21).

Dalam proses pencarian korban perahu tenggelam sendiri, petugas gabungan mengalami beberapa kendala diantaranya arus sungai yang sangat deras disertai kondisi air yang sangat keruh. Meski begitu petugas terus melakukan penyisiran sungai hingga sejauh 1 kilo dari lokasi titik korban terjatuh.

Melalui catatan posko terpadu, baik penumpang selamat maupun yang masih hilang dalam peristiwa terbaliknya perahu penyeberangan tradisional tersebut, ternyata tidak hanya berasal dari Kabupaten Tuban saja. 

Data sementara menunjukkan, 7 korban yang masih belum diketemukan, 3 korban diantaranya merupakan warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro yakni Kasian, Erma Fitianti dan Dian Purnama. 1 Korban bernama Toro asal Kecamatan Sale, Rembang. Sedangkan 3 korban lainnya yaitu Basori, Hajir dan Sutri adalah warga Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban.

Begitupun dengan korban yang berhasil selamat. Sebanyak 10 penumpang selamat tersebut, 7 korban berasal dari Kabupaten Tuban. 2 orang dari Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Dan 1 orang korban berasal dari Kecamatan Sale, Rembang.dew

Berita Terbaru