JAKARTA (Aktualita)- Akhirnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengaku hasil face recognition pelaku pengeroyokan Ade Armando ternyata keliru.
Sebelumnya pihak kepolisian sudah mengungkap daftar tersangka kasus pengeroyokan Ade Armando.
Baca juga: Dihajar Massa, Ade Armando Sempat Nangis dan Mohon Ampun
Bahkan foto wajah para pelaku pun tersebar dan viral di media sosial.
Namun ternyata pihak Kepolisian salah mengidentifikasi dan menetapkan beberapa tersangka.
Satu hari setelah pengroyokan, dua orang bernama Try Setia Budi Purwanto dan Abdul Manaf sempat viral. Potret keduanya disiarkan di berbagai media.
Keduanya diduga terlibat dalam pengeroyokan dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, pada Senin (11/4/2022).
Baca juga: Dihajar Massa, Ade Armando Muntah Darah Berkali-kali
Komisaris Besar Endra Zulpan, meralat pihak kepolisian salah menetapkan keduanya sebagai terduga pelaku karena adanya kesalahan teknis.
Zulpan mengatakan teknologi face recognition yang digunakan dalam penyelidikan menunjukkan hasil yang kurang akurat.
Teknologi face recognition menerapkan proses identifikasi yang dilakukan dengan menggunakan sistem proses identifikasi tersangka.
Kekeliruan tersebut terjadi karena tingkat akurasi face recognition belum mencapai 100 persen dan hasil tersebut dinyatakan tidak akurat.
"Karena orang yang kita duga pelaku itu menggunakan topi sehingga begitu topinya dibuka tingkat akurasinya tidak 100 persen. “Makanya, penyebutan Abdul Manaf bisa dikatakan bukan sebagai pelaku," ujarnya.sby
Editor : Redaksi