Sambo Tiba Sehari Sebelum Penembakan

Kasus Penembakan dirumah dinas POLRI, Komas HAM Revisi Pernyataannya .

aktualita.id
Komnas HAM

Aktualita, Jakarta - Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan, bahwa “Pak Sambo berangkat dari tempat berbeda,” ucapnya. “Sebelumnya kami katakan tanggal 8, tapi data yang berikutnya kami dapatkan valid sekali, dari tiket yang kami dapatkan itu tanggal 7 pagi,” kata Taufan kepada wartawan, Kamis (5/8).

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Tempat Khusus di Mako Brimob.

Lebih lanjut Taufan juga mengungkapkan bahwa Sambo berangkat dari tempat yang berbeda dengan rombongan istrinya, Putri, Bharada E, dan Brigadir J. “Yang pasti tidak bersama seperti yang selama ini seolah mereka satu rombongan, itu clear,” jelasnya.

Komnas HAM adalah Lembaga yang diminta Kapolri, untuk membantu ikut serta melakukan penyelidikan, berkaitan dengan penembakan terhadap Brigadir J. Banyak dipertanyakan oleh berbagai kalangan, mengenai kewenangan Komnas HAM, dapat menyampaikan temuan-temuannya, langsung kepada Pers.

Baca juga: Temuan KOMNAS HAM, Tidak Ada Saksi Lihat Brigadir Joshua Todong dan Lecehkan Istri Ferdy Sambo

Pernyataan lain  adalah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan telah menemukan percakapan berkaitan dengan kasus kematian Brigadir J. Bahan tersebut didapat usai Komnas HAM memeriksa 10 dari 15 ponsel yang dikumpulkan.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan Komnas HAM telah mendapatkan percakapan digital, foto, dokumen, kontak, dan akun setelah melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Kapolri Umumkan Daftar 25 Personel Polri Diduga Hambat Kasus Brigadir J

“Sebagai penutup proses permintaan keterangan, Komnas HAM mendapatkan raw material, bahan-bahan dasar soal percakapan dan lainnya, yang itu akan kami analisa lebih lanjut,” kata Beka.

Berbagai pernyataan yang diungkap ke Publik oleh Komnas HAM, Sementara para penyidik POLRI sendiri, masih dalam proses penyidikan terhadap pihak-pihak terkait, jarang atau belum pernah kita dengan releasenya, kata seeorang yang tidak mau disebutkan namanya. “Nanti siapa yang harus kita dengar, Ketika temuan Komnas HAM bersilang dengan temuan Tim Penyidikan”, lanjutnya. S.asih

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru