Biaya Administrasi Lebih Tinggi dari Bunga Simpanan Bank itu Jadi Beban Nasabah!

Biaya Admin Bank jangan terlalu tinggi

aktualita.id
Ilustrasi foto uang

Aktualita, Jakarta - Pengamat perbankan menilai saldo nasabah yang nol rupiah merupakan dampak Pandemi. Sudah seyogyanya perbankan meninjau kembali besaran biaya administrasi, seperti apa?

Baca juga: Izul Fiqri, Ketua RW 02 Panjang Jiwo : Ingin Jadikan Wilayahnya Menjadi Kampung Hidroponik dan Herbal

"Nah kini muncul beberapa rekening dengan saldo nol atau minimum sebagai akibat pandemi," kata Pengamat Perbankan Paul Sutaryono di Jakarta.

Ia mengingatkan sejak lama biaya admin itu lebih tinggi dari bunga simpanan.Jadi perbankan lebih besar serap biaya admin ketimbang memberikan bunga tabungan ke nasabah.

Ia bilang sejak sekitar krisis 1997/1998, bank mulai menggenjot pendapatan dari pengelolaan rekening simpanan (giro, tabungan dan deposito) atau disebut current account and saving account (CASA). 

Baca juga: Komitmen Tinggi pada Keselamatan, BSI Raih Penghargaan Zero Accident

“Artinya, bank mengenakan biaya administrasi yang cukup tinggi. Akhirnya, biaya administrasi lebih besar daripada suku bunga simpanan. Hal itu dilakukan lantaran pendapatan dari bunga kredit (interest income) amat menipis karena modal perbankan saat itu hancur lebur," katanya. 

Mirisnya,lanjut dia, kini rata-rata biaya administrasi rekening simpanan sekitar Rp10.000 per bulan. Itu lebih tinggi daripada suku bunga rekening simpanan bulanan. Jadi, ketika saldo rekening nasabah di bawah sekitar Rp 1 juta, saldo akan habis pelan-pelan karena dimakan biaya administrasi.

Baca juga: Sepanjang 2022, sudah 83 Kapal Ikan Ilegal ditangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Maka ia berharap biaya administrasi tidak terlalu besar yang membuat kerepotan nasabah. Justru itu jadi beban bagi nasabah.

"Sudah semestinya, biaya administrasi rekening simpanan ditekankan sedemikian rendah. Lihat saja kini biaya transfer via bank yang semula Rp6.500 bisa turun menjadi Rp2.500 via BI Fast. Intinya, nasabah jangan terlalu dibebani biaya administrasi terlalu besar sehingga memberatkan nasabah kelas bawah," katanya. DN

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru