Surabaya (Aktualita)- "Menyikapi dinamika politik yang mulai menghangat memasuki masa kampanye, warga sangat berharap agar persatuan lebih dikedepankan, meski adanya perbedaan pilihan politik," kata Moch Jupri, Ketua Komunitas Bela Negara Jawa Timur, saat menjadi pembicara di salah satu cafe di Surabaya, Jumat (15/12/2023).
Dalam kegiatan yang digelar komunitas bela negara ini, juga turut dilakukan deklarasi pemilu damai serta bincang-bincang pemilu, untuk mengetahui kondisi di masyarakat saat kampaye pemilu.
Baca juga: Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan, Kapolda Tekankan Fair Play dan Keselamatan Berlalu Lintas
Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, serta tetap mengawal pemilu berjalan adil, dan berlangsung damai.
"Saya ingin mengajak masyarakat, melalui kegiatan ini dengan hati yang terbuka, dengan tekad bersama membangun pemilu yang berkualitas, dengan tetap mengedepankan persatuan," tegas Moch Jupri, Ketua Komunitas Bela Negara Jawa Timur.
Komunitas Bela Negara Jawa Timur, juga berkomitmen, menolak segala bentuk polarisasi, serta melawan berita hoax yang saat ii marak di media sosial, karena berpotensi akan memecalh beah anak bangsa.
Baca juga: Polda Jatim Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Anak, Lindungi dari Situasi yang Membahayakan
"Polarisasi hanya menjadi penghambat proses pemilu yang inkulif, untuk itu mari kita fokus untuk memehami perbedayaan sebagai kekayaan, agar tercipta masyarakat yang lebih kokoh dan damai." tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi awal, bagi Komunitas Belanegara Jawa Timur, untuk kemudian akan menggalakkan ruang-ruang diskusi bagi kelompok masyarakat, untuk tetap menjaga persatuan dan perdamaian di tengah hiruk pikuk proses pemilu yang saat sedang berlangsung.
Baca juga: Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Mochammad Jufri selaku ketua Panitia penyelenggara juga berharap kepada masyarakat, untuk berhati-hati dan menghindari banyaknya berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Masyarakat kita harap untuk saling menghormati perbedaan pilihan politik, agar pemilu 2024 dapat berjalan dengan damai. (dos/ys)
Editor : Redaksi