SURABAYA (Aktualita) - Pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dengan kenaikan rata-rata naik 10% per 1 Januari 2024. Apakah penerapan kebijakan itu juga sudah mulai berpengaruh pada harga rokok di minimarket atau warung-warung Madura?
Baca juga: BRI Region 12 Surabaya Turut Meriahkan HUT ke -81 Dengan Beragam Lomba Kemerdekaan
Kenaikan CHT ini merupakan implikasi dari kebijakan kenaikan tarif CHT secara tahun jamak atau multiyears 2023-2024. Hal itu diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022 dan PMK Nomor 192 Tahun 2022.
Pantauan di sejumlah minimarket dan warung Madura di Surabaya, ada beberapa rokok yang harganya mulai naik, tapi banyak pula yang harganya belum mengalami kenaikan.
Seperti di Indomaret Ahmad Yani , harga rokok mulai mengalami kenaikan. Terlihat petugas mulai mengganti sejumlah stok rokok serta memasang keterangan harga yang baru
"Udah mulai naik, ada yang awalnya Rp 32.500 jadi Rp 32.800. Ada yang awalnya Rp 30.000 jadi Rp 32.500. Per hari ini mulai naik. Bertahap, sih, biasanya. Ada retur tarik cukai biasanya," ujar kasir di Indomaret, Selasa (2/1/2024).
Baca juga: APPI Resmi Kukuhkan Pengurus DPP dan DPD
Di minimarket lainnya, yakni di Bratang, rokok yang dijual ternyata juga mengalami kenaikan harga. kasir yang sedang bertugas mengungkapkan saat ini harga rokok di juga mengalami kenaikan.
Tidak sama dengan minimarket, sejumlah warung Madura yang ada di Surabaya menyampaikan bahwa harga rokok yang mereka jual belum ada yang mengalami kenaikan akibat kebijakan perubahan tarif CHT.
Meski demikian, rokok dengan stok lama yang sudah bertengger di etalase kebanyakan tidak ikut mengalami kenaikan. Hanya rokok stok baru saja yang harganya mulai naik.
Baca juga: BRI Bersinergi Hadirkan Pameran Artefak Meteorit di Surabaya
Mamat penjaga Toko Madura yang ada di Jalan Blauran mengatakan beberapa rokok yang dia jual harganya tidak naik meskipun ada pula rokok yang harganya mulai naik.
"Ada beberapa yang naik, ada yang belum. Banyak yang masih tetap harganya," kata Mamat. NDAH
Editor : Redaksi