Surabaya (Aktualita)-Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur, Sabtu (10/2/2024) sore, menggelar seruan damai kebangsaan dengan tema "Pemilu Damai Tanpa Provokasi" yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jawa Timur.
Ketua DPD GMNI Jatim Hendra Prayogi menyebut, seruan kebangsaan ini sebagai bukti tekad untuk menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi dan keadilan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2024.
Baca juga: Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan, Kapolda Tekankan Fair Play dan Keselamatan Berlalu Lintas
"Seruan damai kebangsaan ini tidak hanya mencerminkan semangat persatuan, tetapi juga menyoroti peran vital pemuda dan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pemilu yang damai, jujur dan adil," kata Ketua DPD GMNI Jatim Hendra Prayogi
Ia menambahkan, keyakinan bahwa masa depan negara kita terletak pada keterlibatan dari partisipasi aktif seluruh elemen, maka mari bersama sama melangkah menuju 14 Februari 2024 yang bermartabat dan memberikan harapan baru bagi tanah air tercinta.
Baca juga: Polda Jatim Ajak Orang Tua Awasi Aktivitas Anak, Lindungi dari Situasi yang Membahayakan
"Pemilu secara esensi merupakan proses pembelajaran dalam rangka pendewasaan bangsa. Pemilu juga merupakan momentum ujian bagi seluruh elemen bangsa, mengenai seberapa jauh nilai nilai demokrasi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia," lanjut dia.
"Nilai nilai demokrasi yang dimaksud adalah menyelesaikan perselisihan secara damai dan sukarela, menjamin terjadinya perubahan secara damai, pergantian penguasa dengan teratur, adanya pengakuan terhadap nilai keberagaman, adanya pengakuan dan jaminan atas tegaknya keadilan," lanjut dia.
Baca juga: Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Warga Lapor ke Polisi, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
Selain itu ada beberapa poin yang kami serukan hari ini pertama pemilu damai tanpa provokasi, ini menjadi penting untuk diketahui oleh seluruh anak bangsa, seluruh elemen masyarakat agar tidak menjadikan pemilu sebagai sebab atau pun menjadikan pemilu pemecah bela bangsa.
"Tidak lupa kami juga mendesak kepada seluruh pejabat negara untuk berpedoman selalu berada di jalur jalur Pancasila dan UU dasar 1945," tutup Hendra Prayogi. (dos)
Editor : Redaksi