PT. Merdeka Cooper Gold Peringati Hari Bumi melalui Aksi Bersih Tambang

aktualita.id
Kegiatan Hari Bumi di tambang tembaga Wetar, Maluku Barat Daya

Maluku (Aktualita)- PT Merdeka Copper Gold melalui anak perusahaan, PT. Batutua Kharisma Permai yang membawahi PT. Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), yang berlokasi di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, turut memperingati Hari Bumi 2024 dengan menggelar aksi bersih di tambang tembaga wetar.

Aksi bersih-bersih ini melibatkan lebih dari 200 pekerja dari berbagai departemen, yang dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 April 2024, dengan sasaran area camp facility meliputi hunian karyawan, perkantoran, masjid dan gereja, klinik, aula makan, dapur dan area kerja lainnya. 

Baca juga: Libur Panjang Perjalanan Wisata ke Selatan Jatim Meningkat

Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dan dipilah ini, khususnya sampah yang sulit terurai seperti plastik dan kemasan makanan,  akan dibakar ke sarana Insinerator milik Operasi Tambang Tembaga Wetar. 

“Kegiatan dalam rangka Hari Bumi ini adalah bagian dari refleksi dukungan para karyawan terhadap berbagai upaya pengelolaan lingkungan hidup di site Wetar. Harapannya dari kebiasaan baik ini, Operasi Tambang Tembaga Wetar menjaga ekosistem secara berkelanjutan” ujar Rudi Prabowo, Enviromental Manager BKP-BTR.

Baca juga: 100 Bus Mudik Gratis Jatim Terisi, Rute Jakarta-Surabaya Akan Ditambah

Selain itu, proyek Merdeka lainnya yang berlokasi di Provinsi Gorontalo, Proyek Emas Pani, turut berpastisipasi dalam menjaga lingkungan sejak Hari Sampah Nasional, dengan menyelenggarakan kegiatan bersih pantai di pesisir Teluk Tomini bersama Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Pohuwato Februari lalu.

Sedangkan anak perusahaan Merdeka lainnya, PT Bumi Suksesindo (BSI), yang menggelola Operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur juga menunjukan keberhasilannya dalam tata kelola lingkungan. 

Baca juga: Diperiksa KPK Delapan Jam, Khofifah Tegaskan Penyaluran Dana Hibah Pemprov Sesuai Prosedur

BSI berhasil mereklamasi lahan bekas kegiatan pertambangan di wilayah Operasi Tambang Tujuh Bukitseluas 71,2 hektare sejak 2016 tanpa menunggu operasi pertambangan selesai. Pihak perusahaan menyebutnya dengan istilah Reklamasi Progresif. (dos)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru