SURABAYA (Aktualita),- Warga Jl Ketintang Baru II A dihebohkan seekor buaya sepanjang tiga meter, yang lepas dari kandangnya, Senin 13 Januari 2025 malam.
Buaya berusia 7 tahun yang diberi nama Lucy tersebut, lepas diduga lapar setelah 3 hari belum dikasih makan oleh pemiliknya yang saat ini sedang menjalani perawatran di rumah sakit.
Baca juga: Kantongi Surat Kejagung, PT Unicomindo Perdana Desak Pemkot Surabaya Bayar Rp 104 Miliar
Menurut Bram Andrian (30), buaya peliharaan orang tuanya tersebut lepas setelah merusak akuarium yang menjadi kandangnya.
"Tadi saya dikasih kabar oleh tante, kalau Buaya lepas. Karena keluarga tidak ada yang berani menangkap kami langsung menghubungi Call center 112 ," terangnya.
Bram menuturkan, buaya yang diberi nama Lucy tersebut hanya bisa menurut pada bapaknya yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah sakit.
"Kalau sama ayah sangat jinak dan menurut. Kalau dipanggil namanya juga langsung merespon dan bahkan kalau dimandikan juga diam saja, tapi kalau keluarga semua tidak ada yang berani," tambahnya.
Baca juga: Tambah Delapan Rumah Pompa Baru Tahun Ini, Pemkot Surabaya Targetkan Tuntas Oktober
Disinggung kapan terakhir dikasih makan, Bram mengungkapkan sejak 3 hari lalu setelah orang tuanya jatuh sakit. "Biasanya reptil tersebut diberi makan 2 hari sekali, tapi ini sudah 3 hari belum makan. Mungkin lapar dan mencari makan."
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya yang mendapat informasi lepasnya Buaya tersebut, langsung menuju lokasi untuk melakukan penangkapan.
"Tadi kami setelah mendapat informasi, kami langsung datang kesini. Namun dalam upaya evakuasi kami sedikit mengalami kendala mengingat buaya tersebut selain ganas juga berada di area ruangan yang sempit," kata Faruk petugas BPBD Surabaya.
Baca juga: Waspadai Hantavirus, Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi dan Minta Warga Tak Panik
"Jadi kami tidak langsung masuk ke ruangan karena sempit. Jadi kami harus menaiki atap terlebih dahulu dan melemparkan karung Goni untuk menutup matanya, selanjutnya Tim yang dibawah langsung menangkap menggunakan jaring," pungkasnya.
Setelah dilakukan evakuasi, selanjutnya pihak BPBD Surabaya akan menyerahkan binatang tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BSKDA) di Sidoarjo. (dos)
Editor : Redaksi