Dipertahankan Ponorogo Salurkan Bantuan 300L Pestisida Untuk Membasmi Wareng

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi petani

PONOROGO (Aktualita) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) bergerak cepat merespons meluasnya serangan hama wereng yang mengancam produktivitas petani. Sebanyak 300 liter pestisida didistribusikan ke sejumlah kecamatan yang terdampak serangan hama kecil berwarna cokelat itu.

Distribusi pestisida ini merupakan bagian dari langkah darurat pemerintah untuk mengendalikan penyebaran wereng yang dalam beberapa pekan terakhir terus meluas. Berdasarkan data terbaru Dispertahankan Ponorogo, total lahan terdampak mencapai 89,79 hektare. Jumlah tersebut melonjak hampir 4 kali lipat dibanding akhir Juni lalu yang hanya 27 hektare.

Baca juga: APPI Resmi Kukuhkan Pengurus DPP dan DPD

“Pertumbuhan wereng meningkat, ya karena cuaca yang tidak menentu, kadang panas terik lalu tiba-tiba hujan. Itu kondisi ideal bagi wereng untuk berkembang,” kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertahankan Ponorogo, Suwarni.

Serangan wereng terpantau di 9 kecamatan, mulai dari Kauman, Ponorogo, Babadan, Badegan, Sukorejo, Jambon, Siman, Jenangan hingga Sambit. Selain penyemprotan mandiri oleh petani, Dispertahankan juga menerjunkan petugas lapangan untuk memberikan edukasi teknis penyemprotan yang efektif.

“Kami minta petani jangan hanya menyemprot bagian atas tanaman, karena hama wereng lebih banyak bersembunyi di pangkal batang padi,” ungkap Suwarni.

Baca juga: BRI Bersinergi Hadirkan Pameran Artefak Meteorit di Surabaya 

Meski serangan ini cukup meluas, Dispertahankan Ponorogo memastikan stok pangan daerah masih dalam batas aman. Hal itu dikarenakan luas tanam padi di Ponorogo per musim mencapai 30 ribu hektare.

Langkah distribusi pestisida ini, diharapkan bisa menekan perluasan serangan wereng dan meminimalkan potensi gagal panen. Dipertahankan Ponorogo juga mengimbau petani untuk terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh dan tidak ragu melaporkan bila muncul gejala hama baru.

“Kami sudah lakukan sosialisasi ke petani. Kalau ada gejala awal, jangan ditunda penanganannya. Wereng bisa cepat mati kalau segera kena pestisida,” pungkasnya.

Baca juga: Bank Jatim APEX Padel League 2026, Era Baru Kompetisi Padel di Jawa Timur

 

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru