MOSKOW - Perusahaan kargo terbesar Rusia, Volga-Dnepr Group, menangguhkan semua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing karena sanksi blok Barat.
Sanksi tersebut seiring kebijakan Amerika Serikat yang memutus pasokan sebagian besar pesawat dan suku cadang Boeing ke Rusia. Amerika Serikat dan Eropa juga sebelumnya menutup wilayah udara mereka untuk maskapai Rusia.
Baca Juga: Putin Mau Investasi Nuklir ke Indonesia
Menanggapi keputusan AS, Moskow juga memberlakukan tindakan yang sama terhadap sekutu Barat.
Volga-Dnepr menyatakan bahwa mereka telah menghentikan operasi dua anak perusahaannya, yakni AirBridgeCargo dan Atran. Keduanya mengoperasikan 18 pesawat Boeing 747 dan 6 Boeing 737.
"Manajemen Volga Dnepr telah membuat keputusan secara sadar untuk menemukan solusi bersama dengan mitra dan regulator negara bagian," katanya seperti dikutip detikTravel dari Reuters, Sabtu (20/3/2022).
Baca Juga: Biden Desak Putin Diadili atas Kejahatan Perang
Volga-Dnepr merupakan pemimpin dunia dalam pasar kargo besar dan berat. Perusahaan itu menyatakan tetap menggunakan pesawat buatan Rusia termasuk jet kargo An-124 dan Il-76.
Sebelumnya, Presiden VladimirPutin juga telah mengeluarkan edaran khusus yang membuatnya bisa menyita pesawat milik maskapai asing di dalam negerinya. Untuk menyita pesawat itu Putin meneken undang-undang sebagai bagian dari tindakan anti-sanksi pemerintah.
Baca Juga: Roman Abramovich Diracun
Dengan beleid tersebut, maskapai Rusia dapat mendaftarkan pesawat yang disewa dari perusahaan asing di Rusia. Dengan demikian, pesawat itu akan diberikan sertifikat kelaikan udara lokal.
Nantinya, rancangan undang-undang (ruu) itu memungkinkan Rusia untuk mempertahankan pesawat sewaan asing mereka dan mengoperasikan pesawat di rute domestik. Di sisi lain, ruu tersebut akan mempersulit perusahaan asing mendapatkan kembali jet mereka tanpa persetujuan pemerintah Rusia.ika
Editor : Redaksi