SURABAYA (Aktualita) - Seorang mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) bernama Imam Utomo (21) diduga menerima tindakan kekerasan fisik oleh Finalis Cak dan Ning Surabaya HF (22).
Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh HF (22) terhadap Imam (21) itu terjadi di rooftop Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UWKS pada, Selasa (11/9/24) lalu.
Baca Juga: Tiga Mayat dalam Waktu Singkat: Misteri yang Mengguncang Jombang
Saat dikonfirmasi, Imam Utomo menjelaskan bahwa kejadian itu berawal ketika HF (22) tampak mengalami perubahan perilaku yang mencolok. Tanpa sebab yang jelas, HF mulai melakukan tindakan agresif dan mengajak dirinya ke rooftop gedung FEB UWKS.
"Dia mengajak saya tiba-tiba ke rooftop gedung FEB lantai 4. Saat saya mencoba menjauh, dia langsung memukul ke arah muka saya beberapa kali sampai berdarah," ujar Imam kepada Aktualita.id, Sabtu (14/9/24).
Imam mengaku bahwa dirinya sebelumnya tidak mempunyai permasalahan dengan HF (22). Ia tak menyangka bahwa HF tega menganiaya dirinya.
"Saya sebelumnya tidak pernah mempunyai masalah dengan HF. Kami hanya bertemu beberapa kali di kegiatan kampus, tapi tidak pernah saling berinteraksi lebih dekat," terangnya.
Baca Juga: Heboh Larangan Dokter dan Perawat Pakai Hijab
"Saya tidak menyangka dia bisa bertindak seperti itu, saat kejadian saya merasa sangat ketakutan dan bingung," tambahnya.
Akibat penganiayaan tersebut, Imam Utomo (21) mengalami luka-luka di bagian wajah.
Dia mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan HF (22) ke Polrestabes Surabaya untuk ditindak lanjut.
Baca Juga: BimTek Lifeskill pada Kawasan Rawan Narkoba di Provinsi Jawa Timur.
"Saya sudah melaporkan HF ke Polrestabes Surabaya mas. Saya berharap polisi segera menindak pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal," tuturnya.
Imam berharap kepada pihak kampus agar tetap mengawal dan menindak tegas HF (22). Menurutnya, apabila tidak dikawal atau ditindak, kejadian yang serupa akan terjadi kembali di kemudian hari.
"Tetap dikawal mas, takutnya insiden serupa terjadi lagi dikemudian hari. Keluarga saya sendiri pun tidak terima adanya insiden seperti ini, dan harus tetap ditindak lanjutin," tandasnya. (Min)
Editor : Redaksi