Dirut Utama PT SHC Inisial S-S Tersangka Sianida Ilegal 400 Ton?

avatar aktualita.id
Dittipidter Bareskrim rilis kasus perdagangan ilegal sianida
Dittipidter Bareskrim rilis kasus perdagangan ilegal sianida

SURABAYA (Aktualita)- Pengungkapan perdagangan ilegal sianida di Surabaya dan Pasuruan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri pada 8 Mei 2025 lalu, hingga kini masih bergulir.

Saat pengungkapan, Dittipidter Bareskrim sempat memeriksa Direktur PT Sumber Hidup Chemindo (PT SHC) berinisial Steven Sinugroho bersama 10 orang saksi lainnya.

Baca Juga: Bhakti Religi : Kapolresta Banyuwangi, Pedomi Langkahmu Pada Al Qur'an 

Namun dari hasil penyelidikan dan informasi dari sumber terpercaya, Dittipidter akhirnya menetapkan ayah dari Steven berinisial S-S selaku Direktur Utama PT SHC sebagai tersangka.

Sementara barang bukti barang kimia berbahaya jenis sianida sebanyak 9.980 drum dengan berat total 400 ton senilai kurang lebih Rp 59 miliar, masih berada di gudang penyimpanan. Bahan kimia tersebut diketahui hanya mempunyai masa expired satu tahun.

Baca Juga: Polda Sumsel Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, belum memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kasus tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri dan Subdit I Tipidter Polda Jatim menggerebek dua gudang cairan berbahaya sianida. Kedua gudang masing-masing di Pergudangan Margomulyo Indah dan Pergudangan di kawasan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tidak Miliki Kewenangan Memungut Pajak

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjenpol Nunung Syaifuddin menjelaskan, jika pengungkapan ini berawal dari informasi perdagangan bahan kimia berbahaya jenis sodium cyanide (sianida). Dalam informasi itu, penjualan dilakukan Steven Sinugroho, Direktur PT Sumber Hidup Chemindo. (ano)

Berita Terbaru

Peristiwa,

Jokowi Main Raja-rajaan lagi

NTT- Perkumpulan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban membantah kabar yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinobatkan sebagai “Raja Timur” s