SAMPANG (Aktualita) – Aliansi Mahasiswa IAI NATA Sampang, menggelar aksi protes menentang pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) yang dianggap tidak demokratis.
Menurut Kordinator Lapangan (Korlap) Haruna Sumitro, keputusan pihak akademik yang menunjuk Presma dan Wakilnya tanpa melibatkan mahasiswa merupakan tindakan sepihak yang merampas hak demokrasi mereka.
Baca Juga: Elyon Day 2026 Jadi Wadah Siswa Temukan Potensi dan Rancang Masa Depan Sejak Dini
“Pemilihan Presma harus dilakukan secara demokratis, karena itu adalah hak kami sebagai mahasiswa,” tegas Haruna. Senin (16/6/2025).
Ia juga mengacu pada Permendikbud Nomor 155 Tahun 2009 tentang Organisasi Kemahasiswaan, yang menyatakan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk berorganisasi, bersuara, dan memilih pemimpin secara mandiri dan demokratis.
Menanggapi protes ini, Wakil Rektor III IAI NATA, Siti Farida, menyatakan bahwa proses pemilihan Presma telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dana dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) akademik.
Baca Juga: Pembukaan MPLS Kampus Santa Maria Surabaya
Namun, ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif memberikan saran dan kritik, dan menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengubah aturan jika diperlukan.
“Tetapi, pemilihan Presma tidak bisa dilaksanakan lagi karena sudah terpilih,” tandasnya.
Baca Juga: Drama Musikal Ajang Siswa SD Santa Maria Surabaya
Editor : Redaksi