Bawang Merah di Surabaya Masih Mahal

avatar Redaksi
Ilustrasi gambar bawang merah
Ilustrasi gambar bawang merah

SURABAYA (Aktualita)  – Harga sejumlah bahan pokok di Surabaya terpantau menurun dalam sepekan terakhir, kecuali bawang merah yang justru mengalami lonjakan signifikan. Harga bawang merah jenis super Probolinggo kini mencapai Rp 55.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp 40.000 per kilogram.

Pasar Keputran dan Pasar Wonokromo, harga cabai yang sebelumnya dijual Rp 50.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 35.000. Penurunan harga juga terjadi pada tomat, bawang putih, dan bumbu dapur lainnya, rata-rata turun sekitar Rp 5.000.

Baca Juga: BRI Bersinergi Hadirkan Pameran Artefak Meteorit di Surabaya 

“Kalau cabai dan bumbu lain sekarang turun, tapi bawang merah naik tinggi. Ini tidak wajar,” ujar Nasipah, pedagang di Pasar Wonokromo.

Hal senada disampaikan Siti, pedagang di Pasar Keputran. Menurutnya, harga bawang merah mulai merangkak naik sejak empat hari lalu.

“Bawang merah super dari Probolinggo sekarang Rp 55.000 per kilo. Yang lain malah turun,” katanya.

Baca Juga: Bank Jatim APEX Padel League 2026, Era Baru Kompetisi Padel di Jawa Timur

Pedagang menduga cuaca buruk di sejumlah daerah penghasil menjadi penyebab terganggunya pasokan bawang merah, yang berdampak pada harga di tingkat pasar.

Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil seperti warung makan turut terdampak. Faisal, pemilik warung soto di kawasan Surabaya Selatan, mengeluhkan mahalnya bahan baku dapat menggerus omzet.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2025, Anak-anak Yoga dan Bermain Edukasi Bersama

“Kalau bumbu dikurangi, rasa berubah. Kalau harga tidak stabil, yang susah rakyat kecil seperti kami. Pemerintah sebaiknya turun tangan, misalnya dengan sidak pasar,” ujarnya.

Masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah maupun pusat untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang masa transisi musim dan hari besar keagamaan.

Berita Terbaru