JAKARTA (Aktulita) - Heboh telur cokelat Kinder ditarik dari peredaran terkait dengan wabah Salmonella. FSA Inggris di (2/4) melaporkan temuan Salmonella pada Kinder Surprise yang menyebabkan 63 anak mengalami diare, demam, hingga kram perut.
Ada sembilan negara yang melaporkan kasus Salmonella usai mengonsumsi telur cokelat Kinder yakni Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, Jerman, Luksemburg, Belanda, Swedia, hingga Norwegia. Singapura belakangan ikut menarik produk telur cokelat Kinder dikaitkan dengan kehati-hatian.
Baca juga: Transaksi BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Dilakukan Pegadaian
Merespons laporan tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (RI) resmi memberhentikan sementara peredaran Kinder yang terdaftar di Indonesia. Adalah Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls yang diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD.
Produk telur cokelat Kinder yang terdaftar di Indonesia berbeda dengan banyak negara yang melaporkan kasus Salmonella. Meski begitu, BPOM menekankan pemberhentian sementara menjadi langkah kehati-hatian.
Baca juga: Jual Beli Tanah hingga Urus SIM-STNK, Harus Punya BPJS Kesehatan
"Untuk melindungi masyarakat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, Badan POM akan melakukan random sampling dan pengujian di seluruh wilayah Indonesia terhadap produk merek Kinder yang terdaftar," beber BPOM dalam pernyataan resminya, Senin (11/4/2022).
"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella. Badan POM mengawal dan memastikan penghentian peredaran tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," sambung BPOM.
Baca juga: Belasan Ahli Waris Guru Ngaji dan Madin Bangkalan Terima Santunan BPJAMSOSTEK
BPOM mewanti-wanti jika masyarakat menemukan produk cokelat Kinder yang tak terdaftar, segera melapor dengan menghubungi Contact Center HALOBPOM Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.
Ditekankan, BPOM bakal terus melakukan pengawalan produk sebelum dan setelah beredar terkait dengan keamanan, mutu, dan gizi pangan.ik
Editor : Redaksi