BANGKALAN (Aktualita) - Polisi mengungkapkan asal muasal mortir yang meledak di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan berasal dari kedalaman laut laut 15 meter. Sedangkan bobotnya mencapai 100 kg.
Baca juga: Tiga Mayat dalam Waktu Singkat: Misteri yang Mengguncang Jombang
Mortir tersebut diangkat oleh empat tersangka MJ (51) dan MR (41) sebagai penyelam dan dibantu SG (43) dan AU (28). Hasilnya, mereka berhasil menemukan dan mengangkat empat buah mortir.
"Saat menggunakan alat itu pelaku menemukan benda (mortir) ini, namun karena bebannya kurang lebih 100 kilogram, maka dua pelaku menyelam dan dua pelaku lain yang menarik benda itu ke atas menggunakan tali," Ungkap Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo padas awak media, Minggu (31/12/2023).
Heru menambahkan mortir tersebut selanjutnya dibawa ke darat lalu dijual kepada MI, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Oleh MI membeli mortir tersebut per buah Rp 500 ribu.
Dari situ, MI selanjutnya menjual lagi ke MA, pengepul besi bekas dengan harga Rp 600 ribu per buahnya.
Baca juga: Diduga Aniaya Mahasiswa UWKS, Finalis Cak dan Ning Surabaya Dipolisikan
"Lalu MH membeli seharga Rp 600 ribu dari MI dan dibawa ke gudang besi tua itu," terang Heru.
Setelah dibeli MH, mortir tersebut kemudian dibawa ke gudang penyimpanan besi tua di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Celakanya, mortir tersebut kemudian oleh S, pekerja MH, dijadikan alas saat mengelas dan berujung meledak.
Baca juga: Heboh Larangan Dokter dan Perawat Pakai Hijab
Akibatnya, baik MH dan pekerjanya, S juga ditetapkan sebagai tersangka ledakan mortir. Sehingga total 7 orang telah ditetapkan sebagai tersangka ledakan yang menewaskan 1 orang itu.
Diberitakan Sebelumnya, sebuah mortir meledak di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan dari sebuah gudang barang rongsokan atau besi tua. Akibatnya, satu orang tewas dan 5 lainnya luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (29/12) sekitar pukul 08.00 WIB itu. RIP
Editor : Redaksi