Aktualita, Tulungagung – Sasaran pada pelaksanaan serentak Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Tulungagung men target 55.000 anak. Pelaksanaan BIAN kali ini akan dilakukan dalam kurun waktu satu bulan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Kasil Rokhmad mengatakan, setelah terselenggaranya kick off BIAN di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim), merupakan pelaksanaan perdana BIAN di Tulungagung. Yakni, dilaksanakan di Balai Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru.
Baca Juga: Waspadai Hantavirus, Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi dan Minta Warga Tak Panik
Pelaksanaan BIAN tersebut turut dihadiri Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Wakil Bupati Gatut Sunu, serta jajaran forkopimda lainnya. “Kick off BIAN ini dilakukan secara serentak pada 32 tempat di 19 kecamatan seluruh Tulungagung,” jelasnya.
Pelaksanaan BIAN kali ini akan dilakukan selama satu bulan di Agustus. Secara rinci, pihaknya menargetkan pelaksanaan BIAN di Tulungagung selesai di tiga minggu pertama. Kemudian, dalam minggu terakhir di Agustus dilakukan penjaringan bagi anak yang berhalangan datang saat pelaksanaan BIAN di Tulungagung. “Nanti pada minggu terakhirnya, kalau misalnya hari ini (kemarin, Red) ada anak yang berpergian atau sakit, nanti kita suntik lagi di Minggu keempat di Agustus. Dengan demikian, satu bulan ini selesai,” paparnya.
Dia menambahkan, pelaksanaan BIAN tersebut akan menyasar pada anak yang memiliki rentang usia 9-59 bulan. Dengan jumlah target sasaran sebesar 55.000 anak di seluruh Tulungagung. “Kalau di Desa Bangoan ini kan ada sekitar 330 anak, jadi ya pelaksanaan BIAN ini harus serentak di seluruh kecamatan di Tulungagung biar cepat selesai juga,” ucapnya.
Dia mengaku, guna optimalisasi capaian BIAN di Tulungagung, pihaknya akan terus memantau perolehan serta pergerakan dari masing-masing pos. Setelah mengetahui jumlah target serta capaian per hari, pihaknya juga melakukan evaluasi secara harian. “Sore nanti, angka masuk akan kita evaluasi, kenapa capaiannya tidak 100 persen dan lain sebagainya. Dari situ, kita perbaiki hari berikutnya termasuk pada Minggu terakhir ini yang akan kita sasar. Itu langkah optimalisasi. Jadi, sore nanti kita sudah dapat datanya untuk hari ini,” ungkapnya.
Disinggung terkait potensi terjadinya kejadian pascaimunisasi (KIPI) pada imunisasi tersebut, pihaknya mengaku vaksin yang digunakan pada BIAN tersebut merupakan jenis vaksin yang sudah ada beberapa tahun lalu. Dengan begitu, KIPI yang telah diperkirakan tidak jauh berbeda dengan yang sudah-sudah.
Baca Juga: Bidara laut Kayu obat dari Indonesia
Menurut dia, angka terjadinya KIPI tersebut hanya sekitar 0,5 persen. “Paling ya demam, yang pernah kita alami begitu. Sebelum melaksanakan ini, Komisi Daerah Penanggulangan (Komda) KIPI Tulungagung sudah kita aktifkan. Termasuk rujukan terakhir nanti di RSUD dr Iskak. Jadi, misalnya ada anak yang vaksinasinya tidak bisa di lokasi, maka vaksinasinya harus di RSUD karena kondisi penyakit tertentu. Tanggalnya nanti pada Minggu ketiga. Itu nanti dikumpulkan dari berbagai tempat vaksinasi, harus dirujuk ke sana,” pungkasnya.SKR
Baca Juga: Dilarang Pakai Hijab Dokter Spesialis Onkologi Keluar dari Tempat Kerjanya
Editor : Redaksi