PENDIDIKAN Ridwan Kamil: Sekolah Swasta Turut Berperan Bangun Peradaban

avatar aktualita.id
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meresmikan operasional gedung Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School, di komplek Greenview Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meresmikan operasional gedung Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School, di komplek Greenview Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022).

 

 

Baca Juga: Ridwan Kamil Resmikan Masjid Raya Al Jabbar

KOTA BEKASI-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meresmikan operasional gedung Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School, di komplek Greenview Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022).

 

Gubernur mengapresiasi berdirinya sekolah swasta berbasis keagamaan ini karena kehadiran sekolah swasta turut mendukung peran pemerintah dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia.

 

"Mengapa ada sekolah swasta karena negara tak sanggup mengurusi seluruh dimensi pendidikan. Kita membutuhkan orang-orang baik, para dermawan untuk membangun peradaban," kata Ridwan Kamil.

 

Baca Juga: Ridwan Kamil Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan

Menurutnya, membangun peradaban, khususnya sumber daya manusia bukan hanya tugas negara,melainkan semua pihak yang mencintai kemanusiaan dan peradaban.

 

"Jadi tugas membangun peradaban, khususnya SDM bukan tugas negara saja, melainkan juga mereka yang mencintai kemanusiaan dan peradaban," sebut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

 

Baca Juga: Perda APBD Perubahan Jabar 2022 Disahkan

Kehadiran Akhyar International Islamic School diyakininya juga akan melahirkan SDM yang mampu bersaing di dunia global. SDM unggul imenjadi salah satu syarat terwujudnya Indonesia emas tahun 2045.

 

"Tak akan sampai mimpi emas 2045 kalau SDM-nya gitu-gitu saja. Saya bangga sekolah ini mempunyai misi ke depan, merekalah nantinya yang akan memimpin Indonesia menjadi umaro, ulama, CEO, dan lainnya," tuturnya. (*)

Berita Terbaru