Sepanjang Tahun 2023, Kejari Tanjung Perak Selamatkan Keuangan Negara Rp. 37,1 Miliar

avatar aktualita.id

SURABAYA (Aktualita)- Sepanjang tahun 2023 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya telah menorehkan banyak prestasi yang sangat membanggakan. Secara institusi, Kejari Tipe B yang berada di Surabaya ini berhasil meraih Juara 1 dengan predikat terbaik untuk masing-masing dua kategori penilaian.

Dalam analisis dan evaluasi (anev) refleksi akhir tahun yang dipaparkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak Surabaya, Ricky Setiawan Anas, SH., MH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Kasi Pidana Umum (Pidum), Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kasi Pidana Khusus (Pidsus) dan Kasubsi Barang Bukti di ruang aula R. Soeprapto Kejari Tanjung Perak Surabaya, Jumat (29/12/2023), juga dijabarkan prestasi-prestasi lainnya yang telah dicapai masing-masing seksi.

Baca Juga: Penyidik Telusuri Siapa Penggagas Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Lima Legislator Diperiksa

Dalam hal penanganan perkara korupsi, Bidang Pidana Khusus  Kejari Tanjung Perak Surabaya mendapat penghargaan sebagai Juara 1, karena dinilai berhasil dan paling banyak menyelesaikan penyelidikan serta penyidikan tindak pidana korupsi diantara Kejari Tipe B lainnya di seluruh Jawa Timur.

"Penghargaan Juara 1 untuk kategori Kejari Tipe B Terbaik dalam hal penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi tersebut kami terima Selasa (12/12/2023) di Malang saat dilaksanakannya Rapat Kerja Daerah Kejati Jatim yang diikuti seluruh kejari se-Jatim," ungkap Kajari Tanjung Perak, Ricky Setiawan Anas.

Kejari Tanjung Perak Surabaya, lanjut Ricky Setiawan Anas, periode 1 Januari hingga 12 Juli 2023, telah melakukan penghentian penuntutan berdasarkan RJ sebanyak 25 perkara dengan rincian 9 perkara narkotika dan 16 perkara tindak pidana umum lainnya.

Mantan Kajari Kabupaten Bekasi ini kembali melanjutkan, dalam capaian kinerja, bidang Pembinaan, tahun 2023 berhasil menghimpun dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan telah menyetorkannya ke kas negara. Adapun PNBP yang telah disetorkan Bidang Pembinaan ke kas negara sepanjang tahun 2023 ini jumlahnya Rp. 2.807.999.296.

"Dari capaian itu, Bidang Pembinaan melebihi Rp. 821.799.296 dari target yang telah ditetapkan yaitu Rp. 1.986.200.000," terang Ricky.

Untuk bidang intelijen Kejari Tanjung Perak Surabaya, Ricky Setiawan Anas mengatakan, telah berperan aktif dalam mengawal pembangunan strategis daerah di Kota Surabaya, melalui program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) sebanyak empat kegiatan dengan

total nilai kontrak Rp. 49.379.277.494,45. Adapun pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp. 53.479.317.569.

Baca Juga: Kejati Jatim Periksa Jaksa Madiun, Tidak Terbukti Lakukan Pemerasan

Selain berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, Bidang Intelijen Kejari Tanjung Perak Surabaya juga telah membuat sejumlah inovasi yang akhirnya menjadi pilot project kejari se-Indonesia.

"Terobosan-terobosan hukum dalam upaya pencegahan tindak pidana Korupsi yang telah dibuat Bidang Intelijen Kejari Tanjung Perak itu seperti kegiatan Jaksa Masuk Pesantren, Jaksa Masuk Sekolah dan Dongeng Hukum Bersama Jaksa yang pesertanya adalah anak-anak sekolah tingkat dasar," kata Ricky. 

Ricky dalam anev refleksi akhir tahun pencapaian kinerja Kejari Tanjung Perak juga menjelaskan, Kejari Tanjung Perak juga ikut mengawasi dan mengawal Pemilu damai di Surabaya, khususnya diwilayah hukumnya.

Adapun kegiatan jelang Pemilu yang telah dilakukan tim Kejari Tanjung Perak Surabaya adalah sudah mendirikan posko pemilu serta kegiatan-kegiatan lain yang bersentuhan dengan masyarakat seperti turut serta dalam pencegahan stunting di wilayah Surabaya Utara dan bersih-bersih Pantai Kenjeran yang dipadukan dengan lomba fotografi yang bertujuan mengeksplor pariwisata yang ada di wilayah Surabaya Utara.  

Bidang Pidana Umum, sepanjang tahun 2023 telah menerima SPDP sebanyak 1537 berkas, melakukan penuntutan sebanyak 1354 perkara, eksekusi perkara sebanyak 1047, dan telah melakukan penghentian penuntutan perkara melalui pendekatan Restorative Justice (RJ) sebanyak 55 perkara dengan perincian 41 perkara tindak pidana umum biasa dan 14 perkara narkotika.

Baca Juga: Jaksa penerima uang tilap barang bukti tidak dipidana.

Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) sepanjang tahun 2023 melalui kegiatan bantuan hukum litigasi maupun non litigasi telah menerima lima Surat Kuasa Khusus (SKK) litigasi dan 55 SKK Non Litigasi. 

Jaksa Pengacara Negara Kejari Tanjung Perak Surabaya sendiri telah melakukan pemulihan dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 37.100.018.559 dengan rincian Rp. 5.919.031.469

berupa uang dan sebesar Rp.31.180.987.090 berupa asset tanah dan bangunan.

Selain itu bidang datun telah melaksanakan perjanjian kerjasama dan atau Mou sebanyak 16 kegiatan. (dos/ys)

Berita Terbaru