SURABAYA (Aktualita) - Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dicipkatan pada tahun 1987 oleh Negara- negara Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya yang di sebabkan oleh prodak tembakau terhadap manusia.
Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Putra Manggala Tenggor Jadi Juara Satu Setelah Sikat Habis Arembo Jatirembe 3
Kegiatan yang dilakukan di Taman Bungkul Surabaya pada 9/6/2024 yang diadakan Research Group Tabacco Control FKM UNAIR untuk memperingati HTTS bagi masyarakat Surabaya.
Event HTTS yang dilaksanakan di Taman Bungkul ini Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Surabaya pentingnya mengurangi rokok.
" Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengingatkan akan pentingnya kesadaran masyarakat bahayanya asap rokok di sekitar kita" ucap Prof. Dr. Santi Martini, dr., M. Kes.
HTTS ini bekerja sama dengan dinas- dinas terkait yaitu dinas lingkungan hidup dinas kesehatan dan pemerintah kota Surabaya.
Santi selaku koordinator Juga mebambahkan dari informasi BPJS penyakit yang paling banyak di tangani yaitu penyakit kanker ginjal kronis, kanker dll yang di sebabkan dari paparan asap rokok.
Baca Juga: Atlet Jatim Berprestasi Dapat Beasiswa hingga Jenjang Doktoral dari Unesa
"Bahwa warga Surabaya harus hidup lebih sehat dengan mengurai asap rokok yang ada di sekitar kita" tuturnya.
Meskipun sakit ini sudah di cover BPJS tetapi dampak yang di dapatkan sangat panjang untuk menahan sakit yang di alaminya.
Penting bagi masyarakat terutama kepada masyarakat Surabaya untuk saling mengingatkan kepada saudara kita untuk berhenti merokok karena sangat berbahaya bagi Orang sekitar kita.
Baca Juga: DPD RI Lia Istifhama Ajak Dosen dan Guru Besar Politeknik se-Indonesia
Bagi remaja- remaja yang belum mengenal rokok lebih baik jangan merokok supaya tidak kecanduan rokok, dikarenakan kaum remaja saat ini sudah banyak yang merokok dari umur 12-18 tahun yang belum cukup umur.
Santi menjelaskan banyaknya ramaja- remaja yang merokok di akibatkat iklan rokok maupun lingkungan di sekitar kita.
" Bagi remaja saat ini saya harap jangan coba- coba untuk merokok." tuturnya.
Editor : Redaksi