BLITAR (Aktualita) – Semangat persatuan komunitas ojek online (ojol) Blitar terlihat jelas di Pengadilan Negeri (PN) Blitar. Ratusan pengemudi yang mengenakan jaket hijau khas profesi mereka memadati area pengadilan untuk memberikan dukungan moral bagi Herman (41), rekan mereka yang menjadi korban dugaan pemukulan, dalam sidang kesaksian korban.
Kasus yang berawal dari insiden perampasan HP dan pemukulan pada 3 Oktober 2025 lalu ini telah menjadi perhatian serius di kalangan komunitas ojol, yang merasa keadilan bagi rekan seprofesi harus ditegakkan. Sementara itu, di hadapan majelis hakim, Herman menceritakan kronologi kejadian saat ia menerima orderan di Terminal Patria Blitar. Saat sedang menyesuaikan titik jemput, ia justru didatangi pelaku, BW.
Baca Juga: Wujud Rasa Syukur Dusun Kembangan Gelar Sedekah Bumi
Pelaku sendiri yakni BW adalah ojek pangkalan. BW sendiri sebelumnya telah ditetapkan tersangka oleh Polres Blitar Kota terkait kasus pemukulan tersebut.
“Saya kira itu penumpang yang saya suruh menunggu. Tiba-tiba HP saya diambil,” ujar Herman, mengungkap awal mula ketegangan pada Rabu (26/11/2025).
Merasa haknya dirugikan, Herman tanpa ragu mengejar pelaku hingga ke pangkalan ojek terdekat. Momen pengejaran tersebut berakhir dengan insiden pemukulan.
Baca Juga: Gempa 6,5 Magnitudo Sumenep Picu Perubahan Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Kian Berisiko
“Kalau HP saya diambil kan urusannya beda. Saya kejar sampai pos pangkalan ojek dan di situ terjadi pemukulan. Pelaku BW memukul saya, tapi saya hanya berusaha melindungi diri,” jelasnya.
Menariknya, saat Herman berupaya meminta pertolongan pada penumpangnya untuk merekam atau menghentikan pelaku, penumpang tersebut justru memilih untuk tidak merespons. Kejadian ini disinyalir menjadi titik balik pentingnya kehadiran rekan-rekan ojol lain.
Baca Juga: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat
Saat kejadian pemukulan berlangsung, sejumlah pengemudi ojol lain yang melintas dan melihat Herman mengenakan jaket Grab segera berdatangan. Inilah yang diakui Herman sebagai penyelamat.
“Teman-teman datang karena solidaritas,” tegas Herman.
Editor : Redaksi