PAPUA NUGINI (Aktualita) - sedang dilanda longsor sejak akhir pekan lalu. Bencana ini menyebabkan ratusan orang tewas.
Sejauh ini korban tewas imbas longsor tercatat 670 orang. Namun, pihak berwenang menduga angka terus bertambah mengingat ribuan orang masih terkubur.
Baca Juga: Akibat Rekannya Dipukul , Ratusan Ojol Datangi Pengadilan Negeri Blitar
Di tengah bencana itu, proses pencarian korban disebut-sebut mengalami kendala karena kondisi wilayah penuh bukit dan bebatuan.
Sejauh ini juga tak diketahui penyebab pasti longsor yang melanda Provinsi Enga.
Meskipun tanah longsor tampaknya tidak dipicu secara langsung oleh gempa bumi, namun sering terjadi gempa bumi yang disebabkan tumbukan lempeng yang membentuk lereng curam dan pegunungan tinggi sehingga bisa menjadi sangat tidak stabil," kata Collins, Senin (27/5).
Dia mengatakan curah hujan bisa saja mengubah mineral penyusun batuan dasar, sehingga melemahkan batuan pembentuk lereng bukit yang curam.
"Vegetasi mengurangi hal ini. Karena akar pohon bisa menstabilkan tanah dan penggundulan hutan bisa membuat tanah longsor lebih sering terjadi dengan menghancurkan jaring biologis ini," imbuh dia.
Baca Juga: Wujud Rasa Syukur Dusun Kembangan Gelar Sedekah Bumi
Di tengah bencana itu, proses pencarian korban disebut-sebut mengalami kendala karena kondisi wilayah penuh bukit dan bebatuan.
Sejauh ini juga tak diketahui penyebab pasti longsor yang melanda Provinsi Enga.
Namun, professor geologi dari Universitas Adelaide, Allan Collins, menduga bencana itu terjadi di wilayah dengan curah hujan cukup besar.
Sementara itu, pengamat dari World Vision, Jensen, mengatakan sejauh ini tak ada gempa bumi di Papua Nugini.
Baca Juga: Gempa 6,5 Magnitudo Sumenep Picu Perubahan Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Kian Berisiko
Namun, dia mengakui belakangan ini sejumlah wilayah di PNG diguyur hujan deras.
"Kami mengalami cukup banyak hujan dan banyak cuaca di luar musim yang terjadi di seluruh Papua Nugini," kata Jensen.
Sejauh ini korban tewas imbas longsor tercatat 670 orang. Namun, pihak berwenang menduga angka terus bertambah mengingat ribuan orang masih terkubur. MIN
Editor : Redaksi