Gegara bediding, Ribuan Ikan Mati Hingga Petani Lumajang Rugi Puluhan Juta

avatar aktualita.id

LUMAJANG (Aktuakita) - Terkena Udara Dingin atau Bediding ribuan ikan mujaer dan nila yang dibudidayakan petani di keramba, mendadak mengambang di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang.

Fenomena ini terjadi setelah kandungan belerang yang berada di dasar Danau Ranu Klakah naik ke permukaan akibat cuaca dingin atau bediding, sehingga membuat kandungan oksigen turun drastis.

Baca Juga: Akibat Rekannya Dipukul , Ratusan Ojol Datangi Pengadilan Negeri Blitar

Rendahnya kandungan oksigen ini lah yang kemudian membuat ikan naik ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan. Ikan yang kekurangan oksigen mati hingga mengambang di atas permukaan danau.

Sejumlah petani keramba terpaksa harus memanen lebih awal ikan peliharaan mereka sebelum mengalami kerugian yang lebih besar.

"Ikan mabuk ini akibat suhu dingin di danau jadi ikannya tidak bisa dipertahankan lagi. Kalau ikan yang mati dibuang kalau yang hidup dijual dengan harga murah," ujar salah satu petani keramba, Jumat (19/7/2024).

Baca Juga: Wujud Rasa Syukur Dusun Kembangan Gelar Sedekah Bumi

Akibatnya, ribuan ikan mati sehingga petani keramba merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Dampak ikan mati ya menyebabkan kerugian bagi petani keramba. Kalau kerugiannya ya bisa Rp 25 juta," ujar petani keramba lain, Muhammad.

Baca Juga: Gempa 6,5 Magnitudo Sumenep Picu Perubahan Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Kian Berisiko

Petani keramba pun terpaksa membuang ikan yang mati. Sedangkan yang masih hidup, petani menjual ikannya hanya Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kilogramnya.

Harga ini jauh lebih murah dari harga normal yang biasanya sebesar Rp 35.000 sampai Rp 38.000 per kilogramnya. San

Berita Terbaru