Sidoarjo (Aktualita)- "Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia harus terus ditanamkan salah upaya dengan masyarakat paling bawah ditingkat desa harus terus digenjot mengingat era digital menjadi tantangan yang harus diwaspadai setiap saat," kata Silkania Swarizona, S.IP., M.IP, Dosen Ilmu Politik Unesa saat memberikan sambutan di acara sarasehan di Desa Watutulis, Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Silkania Swarizona, dipilihnya desa Watutulis sebagai Desa Pancasila, karena dinilai mampu dan mulai berhasil secara alamiah melestarikan nila-nilai keberagaman dan bisa menjadikannya harmonisasi sosial.
Baca Juga: Penutupan PKKMB Fisipol Unesa, Tekankan Literasi Pendidikan Berbasis Digital
"Desa Watutulis kini menjadi salah satu desa yang mampu berhasil secara alamiah melestarikan nilai-nilai keberagaman".
Selain itu, banyaknya kepercayaan yang ada bisa menjadikan harmonisasi sosial yang sangat luar biasa, dan mampu diaplikasikan dalam keseharian tanpa rekayasa. Inilah sesungguhnya Desa Pancasila, yang mampu merajut kebhinekaan dari berbagai perbedaan," pungkas Silkania Swarizona.
Baca Juga: Mahasiswa TP Unesa ke SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Ada Apa?
Sementara itu Ahmad Nizar Hilmi, S.AP., MPA Dosen Administrasi Negara, dihadapan para pemangku desa dan para pemuda desa berpesan, bahwa perubahan era digital sangat rentan terjadi perubahan pola pikir masyarakat.
Upaya penting dalam membentengi generasi muda dari konten tidak pantas. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital ideologi pancasila harus dimiliki oleh setiap individu, terutama generasi muda yang sangat rentan terhadap paparan informasi negatif.
Baca Juga: Diduga, Banyak Dosen Cabul di Unesa
Dengan mengedepankan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai pancasila, dapat menjadi tameng yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital ini. Generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan untuk memilah informasi, memahami etika digital, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas di dunia maya.
"Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung nilai-nilai yang luhur dan universal. Nilai-nilai ini harus diintegrasikan ke dalam literasi digital untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkarakter," tutup Ahmad Nizar Hilmi. (dos)
Editor : Redaksi