Penutupan PKKMB Fisipol Unesa, Tekankan Literasi Pendidikan Berbasis Digital

avatar aktualita.id
Dekan Fisipol Unesa Surabaya (tengah) memotong tumpeng saat penutupan PKKMB
Dekan Fisipol Unesa Surabaya (tengah) memotong tumpeng saat penutupan PKKMB

Surabaya (Aktualita) - Penutupan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unesa, Jumat 23 Agustus 2024, dimeriahkan sejumlah penampilan mahasiswa baru dengan tema peristiwa hukum dan SARA yang marak terjadi di Indonesia.

Dr. Wiwik Sri Utami.MP., Dekan Fisipol Unesa Surabaya usai penutupan PKKMB, mengatakan literasi pendidikan berbasis teknologi digital harus dikuasai dan dimiliki generasi muda saat ini, tak terkecuali literasi ilmu politik.

Baca Juga: Desa Pancasila Ujung Tombak Literasi Ideologi Pancasila Ditengah Gempuran Era Digital

Selain memiliki literasi yang cukup, mahasiswa juga dituntut tanggap dan cepat beradaptasi dengan isu-isu politik yang trending dikalangan milenial, seperti perubahan sistem partisipasi aktif dalam sistem demokrasi di Indonesia yang positif dan adaktif.

"Seperti diketahui dalam sejarah politik Indonesia, semua perubahan politik itu terjadi dilakukan oleh mahasiswa dan anak-anak muda. Jadi sudah seharusnya mahasiswa sebagai generasi muda harus sadar, ini bukan sekedar pertarungan politik semata namun juga sebagai pertarungan gagasan demokrasi," kata Dr. Wiwik Sri Utami.MP., Dekan Fisipol Unesa Surabaya.

Baca Juga: Mahasiswa TP Unesa ke SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Ada Apa?

Dalam PKKMB ini, kami juga ingin agar mahasiswa selalu bijak dalam menyikapi suatu hal yang terkait dengan perubahan. Karena perubahan itu selalu ada dan tidak mungkin berhenti hanya di sisi yang positif.

"Ibarat mata uang ada satu sisi yang baik, ada sisi lain yang mengikuti tapi kurang baik," tutup DR. Wiwik Sri Utami.

Baca Juga: Diduga, Banyak Dosen Cabul di Unesa

Sementara itu Athaya Khansa Nayla, selaku mahasiswa baru, menilai modal dan semangat yang dimiliki kaum millenial saat ini justru harus dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pihak-pihak penggiat literasi, khususnya lembaga negara yang berfokus pada sektor politik dan pemerintahan.

"Karakteristik generasi milenial yang paling mencolok adalah mereka sangat menguasai gawai, teknologi, serta aktif di media sosial seperti facebook dan youtube.(dos)

Berita Terbaru