Pemgamat Sugeng : Euforia Ormas NU dalam menunggu pergantian Pemimpin Negeri.

NU harus berada di atas negara!

avatar aktualita.id
KH Yahya Cholil Staquf  dalam satu acara
KH Yahya Cholil Staquf dalam satu acara

JAKARTA (Aktualita) - Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan Gus Mus yang mengatakan NU harus berada di atas negara.tulis media online dalam judulnya (https://www.gelora.co/2024/08/kata-gus-yahya-nu-harus-berada-di-atas.html?m=1 )

Baca Juga: Akibat Rekannya Dipukul , Ratusan Ojol Datangi Pengadilan Negeri Blitar

"NU harus berada di atas negara. Ini pesan dari Mustasyar PBNU," kata Gus Yahya menyampaikan pesan KH Ahmad Mustofa Bisri seperti dilansir dari laman resmi NU.

Pada kesempata?n tersebut, Gus Yahya juga mengatakan jika NU harus mendudukkan kepentingannya untuk mengatasi berbagai kepentingan parsial di negara ini.

Hal itu supaya NU mampu berkontribusi untuk terus menyangga keutuhan bangsa dan negara ini.

"Di bawah negara saja gak boleh, apalagi cuma di bawah partai, tidak boleh," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

 

 

 

Baca Juga: Wujud Rasa Syukur Dusun Kembangan Gelar Sedekah Bumi

NU sedang bergejolak

Sebelumnya, viral jika PBNU sedang mengalami gejolak. Sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur di depan Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam aksi tersebut para pendemo menuntut agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf mundur dari jabatannya karena dianggap telah menyimpang dari tujuan besar PBNU.

Poster-poster yang dibawa di antaranya berbunyi, ’’Ketum PBNU dan Sekjen PBNU harus mundur.’’

Muhammad Sholihin, koordinator aksi, meminta Ketua Umum PBNU Gus Yahya, sapaan KH Yahya Cholil Staquf, mundur karena telah melakukan politik praktis.

Baca Juga: Gempa 6,5 Magnitudo Sumenep Picu Perubahan Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Kian Berisiko

Menurutnya, hal tersebut melanggar keputusan Muktamar NU.

"Ketika melanggar muktamar, siapa pun, ketua umum harus mundur dan bapak sekjen,’’ katanya.

Sementara itu, Sugeng Pengamat Surabaya  menilai telah terjadi euforia yang menarik pada Ormas NU ini. Mungkin disebabkan oleh akan datangnya pemimpin baru di negeri ini, hingga Nu harus menunjukkan taringnya. RIP

 

Berita Terbaru