SURABAYA (Aktualita) - PT Merdeka Copper Gold, Tbk (IDX: MDKA), bekerjasama dengan masyarakat lokal dalam mendaur ulang limbah organik bernilai ekonomi tinggi dengan melakukan kolaborasi dengan komunitas di masyarakat. Melalui anak perusahaan MDKA yakni PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang mengelola Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, telah menjalin kolaborasi dengan Komunitas Pemuda Etan Gladak (PEGA) yang berbasis di Kecamatan Pesanggaran sejak 2017.
Tak hanya di PT BSI, Merdeka turut melakukan program pengelolaan sampah domestik di seluruh anak perusahaan lainnya salah satunya PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), anak perusahaan MDKA di bawah naungan PT Merdeka Battery Materials, Tbk (IDX:MBMA) di Morowali, Sulawesi Tengah. Sampah domestik yang dihasilkan akan dikelola dan dipisahkan sesuai kategorinya.
Baca Juga: Libur Panjang Perjalanan Wisata ke Selatan Jatim Meningkat
Beberapa jenis sampah yang dikelola adalah sampah makanan, plastik, botol kaca, dan kaleng. Sampah makanan diolah menjadi pakan ternak lele dan bebek dengan cara bekerjasama dengan masyarakat sekitar di daerah Makarti dan Labota. Sementara itu, sampah plastik, botol kaca, dan kaleng dikelola dengan membangun kerja sama dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dibawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan binaan IMIP yaitu di TPS Bohomakmur dan TPS Fatufia.
Baca Juga: 100 Bus Mudik Gratis Jatim Terisi, Rute Jakarta-Surabaya Akan Ditambah
Tom Malik, Head of Corporate Communications Merdeka, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah di seluruh area anak perusahaan berdasarkan prinsip mitigasi untuk mencegah dan minimalisasi dampak yang berasal dari limbah operasi.
Baca Juga: Diperiksa KPK Delapan Jam, Khofifah Tegaskan Penyaluran Dana Hibah Pemprov Sesuai Prosedur
“Merdeka selalu berkomitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan melibatkan masyarakat di sekitar tambang. Kami bersinergi untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat kembali” jelas Tom. (dos)
Editor : Redaksi