aktualita.id – Pekerjaan peninggian Jalan Raya Bratang Binangun, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, sempat mengganggu arus lalu lintas pada Kamis (5/11/2026) pagi. Tumpukan material agregat yang berada di tengah badan jalan menyebabkan kendaraan melambat hingga memicu kemacetan.
Gangguan tersebut terjadi setelah pekerjaan pengaspalan atau overlay yang direncanakan berlangsung pada malam hari tidak dapat diselesaikan sesuai target. Kendala teknis berupa kerusakan alat perata material membuat proses pengerjaan tertunda.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan, penempatan material agregat pada malam hari sebenarnya merupakan strategi untuk mempercepat pekerjaan. Material tersebut direncanakan langsung dipadatkan, diratakan, kemudian dilapisi aspal sebelum aktivitas masyarakat meningkat pada pagi hari.
"Jadi kemarin teman-teman itu inisiatif, ini kita sekalian. Jadi kita kasih agregat, kita padati, langsung kita aspal, supaya cepat. Tapi alat yang kita siapkan itu motor grinder rusak," ujar Hidayat.
Kerusakan motor grinder membuat kontraktor tidak bisa melakukan perataan material sesuai jadwal. Akibatnya, material yang semula dipersiapkan untuk segera diaspal masih berada di tengah badan jalan ketika aktivitas kendaraan mulai meningkat.
Hidayat mengakui kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat. Karena itu, pihaknya langsung meminta kontraktor melakukan pembenahan agar material tidak terlalu lama menghambat pengguna jalan.
Perataan material kemudian dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Hasilnya, pada siang hari kondisi permukaan jalan sudah kembali rata.
"Jadi alatnya rusak. Tapi jam 10.00 WIB kita langsung pembenahan, siang itu sudah rata lagi," ungkap dia.
Hidayat menegaskan, sejak awal pekerjaan memang ditargetkan selesai sebelum pagi hari. Strategi pengerjaan malam dipilih agar kegiatan pengaspalan tidak mengganggu masyarakat yang menggunakan jalan untuk berangkat bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
Namun, kerusakan peralatan membuat target tersebut tidak tercapai. Ia pun meminta kontraktor segera mengambil langkah perbaikan sehingga pekerjaan tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.
"Jadi dia taruh (pasir) itu tengah malam, (target) pagi selesai. Ternyata mau meratakan tidak bisa. Saya minta (kontraktor) jam 10.00 pagi itu harus kita ratakan," pungkas dia.
Peristiwa tersebut menjadi evaluasi pelaksanaan pekerjaan overlay di Jalan Raya Bratang Binangun. Pemkot Surabaya perlu memastikan kesiapan peralatan dan pengaturan material agar percepatan proyek tidak justru menimbulkan kemacetan serta mengganggu keselamatan pengguna jalan. (*/wid)
Editor : Redaksi