" Fragmen Suroboyoan "

31 Kecamatan Bicara Gender

avatar Redaksi
Pendekatan budaya diharapkan membuat pesan kesetaraan lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan.
Pendekatan budaya diharapkan membuat pesan kesetaraan lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan.

aktualita.id - Pendekatan budaya diharapkan membuat pesan kesetaraan lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan.

 

Baca Juga: 31 Kecamatan Pentaskan Isu Kesetaraan Gender

fo

Ruang Bersama Indonesia mengandung pesan bahwa perempuan, laki-laki, dan anak memiliki kesempatan serta hak yang sama untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat pembangunan.

 

 

aktualita.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengangkat isu kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui pendekatan budaya lokal. Sebanyak 31 kecamatan menyampaikan pesan tersebut lewat pertunjukan Fragmen Suroboyoan dalam rangkaian Surabaya Gender Award 2026 di BG Junction Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Mengusung tema Ruang Bersama Indonesia, kegiatan ini menjadi ruang bagi setiap kecamatan untuk menyampaikan persoalan kesetaraan dan pemenuhan hak masyarakat melalui pertunjukan seni bernuansa budaya khas Surabaya.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak DP3A-PPKB Kota Surabaya, Relita Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kreativitas ataupun perlombaan antarkecamatan.

“Fragmen Suroboyoan menjadi inovasi pembangunan responsif gender dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat,” kata Relita.

Menurutnya, tema Ruang Bersama Indonesia mengandung pesan bahwa perempuan, laki-laki, dan anak memiliki kesempatan serta hak yang sama untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat pembangunan.

“Tema Ruang Bersama Indonesia mengandung makna bahwa setiap orang, baik perempuan, laki-laki maupun anak, memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berpartisipasi serta memperoleh manfaat pembangunan,” jelasnya.

Keterlibatan 31 kecamatan, lanjut Relita, menjadi bentuk sinergi dalame membangun wilayah yang responsif gender. Pendekatan budaya diharapkan membuat pesan kesetaraan lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan.

Namun, ia mengingatkan agar pesan yang disampaikan melalui pertunjukan tidak berhenti sebatas penampilan di atas panggung.

Setiap kecamatan diharapkan mampu menerjemahkan pesan tersebut menjadi program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak.

“Pemkot berharap kegiatan ini sebagai inspirasi untuk mewujudkan Surabaya yang semakin responsif gender, memberdayakan perempuan, dan peduli anak,” pungkasnya. (*/Jon)

Berita Terbaru

Hukum,

Eri Usut Dugaan Pungli Dishub

Sebelum pengaduan masuk, yang bersangkutan diketahui telah dipindahkan dari Dishub ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya.

Politik,

Syahganda: Gibran Tak Bisa Dimakzulkan

Ia kemudian menegaskan bahwa kedudukan Presiden maupun Wakil Presiden tidak dapat dipersoalkan melalui penafsiran sepihak terhadap kewenangan yudikatif.